Minahasa Selatan – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara, dr. Michaela E. Paruntu, MARS (MEP), melaksanakan kegiatan reses dengan menyerap aspirasi di SMK Negeri 1 Tareran, Kabupaten Minahasa Selatan. Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi para guru dan siswa untuk menyampaikan berbagai kebutuhan mendesak di lingkungan sekolah.
Dalam dialog terbuka, pihak sekolah mengungkapkan perlunya dukungan pengadaan komputer guna menunjang proses pembelajaran berbasis teknologi. Selain itu, kondisi fisik bangunan sekolah juga menjadi perhatian, di mana guru dan siswa mengusulkan rehabilitasi gedung serta ruang kelas belajar yang dinilai perlu perbaikan.
Tak hanya soal sarana prasarana, para guru agama turut menyampaikan aspirasi terkait tunjangan fungsional yang diharapkan mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Mereka juga menyoroti ketidakpastian status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang berlangsung.
Isu lain yang mencuat adalah perlindungan hukum dalam penanganan kasus perundungan (bullying) di kalangan siswa. Para tenaga pendidik berharap adanya regulasi dan pendampingan yang lebih jelas agar kasus-kasus tersebut dapat ditangani secara tepat dan adil.
Sementara itu, para siswa menyampaikan harapan akan adanya bantuan beasiswa untuk mendukung keberlanjutan pendidikan mereka, serta tambahan fasilitas komputer guna menunjang kegiatan belajar.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, MEP menegaskan komitmennya untuk berpihak pada kepentingan siswa dan guru. Ia menyatakan bahwa seluruh usulan yang diterima akan dibawa dan diperjuangkan dalam rapat DPRD Provinsi Sulawesi Utara agar dapat direalisasikan sesuai kebutuhan prioritas.
“Kami tidak hanya datang mendengar, tetapi juga memastikan setiap aspirasi ini dikawal hingga ke tahap pembahasan di DPRD. Kebutuhan komputer, perbaikan gedung, hingga kesejahteraan guru akan menjadi prioritas yang kami dorong bersama pemerintah provinsi,” ujar MEP.
Ia juga menambahkan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang harus mendapat perhatian serius. “Anak-anak kita harus didukung dengan fasilitas yang layak dan lingkungan belajar yang aman. Begitu juga para guru, kesejahteraan dan kepastian status mereka harus dijaga agar proses pendidikan berjalan maksimal,” tegasnya.
Kepala SMK Negeri 1 Tareran, Dra. Meyke S. Regar, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan serta perhatian yang diberikan. Menurutnya, kehadiran wakil rakyat memberikan harapan bagi peningkatan kualitas pendidikan di sekolah tersebut.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Ibu MEP yang sudah mendengar langsung kondisi di sekolah kami. Besar harapan kami, apa yang menjadi kebutuhan seperti komputer dan perbaikan gedung bisa segera terealisasi demi menunjang proses belajar mengajar,” ungkap Regar.
Ia juga menambahkan bahwa dukungan terhadap guru, khususnya terkait tunjangan dan status P3K, sangat dibutuhkan. “Perhatian terhadap kesejahteraan guru akan berdampak langsung pada kualitas pendidikan. Kami berharap ini juga menjadi perhatian serius ke depan,” tambahnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Koordinator Wilayah Pengawas, Djoni Ondang, S.Pd., M.M., yang berharap aspirasi yang telah disampaikan dapat segera mendapat perhatian dan realisasi dari pihak terkait demi kemajuan dunia pendidikan di Minahasa Selatan dan Sulawesi Utara.
*NNathan
