Tareran, 31 Maret 2026 – Kegiatan Lokakarya Mini Puskesmas Tareran resmi dibuka oleh Camat Tareran, Hizkia Kondoj, S.Sos, pada Selasa (31/3/2026). Kegiatan ini menjadi forum penting dalam mengevaluasi serta memaparkan perkembangan kondisi kesehatan masyarakat di wilayah Kecamatan Tareran.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Grace Widya Kumaat mempresentasikan data terkini terkait situasi kesehatan di Kecamatan Tareran. Ia mengungkapkan sejumlah indikator yang menjadi perhatian, di antaranya jumlah ibu hamil tercatat sebanyak 33 orang, balita dengan berat badan kurang sebanyak 15 anak, serta kasus stunting mencapai 17 anak. Selain itu, terdapat 16 balita yang tidak mengalami kenaikan berat badan.
Untuk penyakit menular, data menunjukkan adanya 7 kasus Tuberkulosis (TBC), 3 kasus kusta, 4 kasus HIV, 2 kasus hepatitis, serta 1 kasus sifilis. Sementara itu, vaksinasi anti rabies telah diberikan kepada 6 orang.
Kepala Puskesmas Tareran, dr. Grace Widya Kumaat, dalam keterangannya menegaskan pentingnya peran aktif semua pihak dalam menangani persoalan kesehatan di tingkat kecamatan.
“Kami terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan, terutama dalam penanganan stunting dan penyakit menular. Namun, dukungan lintas sektor dan kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan agar program-program yang dijalankan dapat memberikan hasil maksimal,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Bidang Jaminan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan, dr. Monita Nangoy. Hadir pula Kapolsek Tareran Ipda Harto Tutu serta perwakilan Danramil Tareran, Sertu Oktavianus Tuuk, serta seluruh pemerintah desa se-Kecamatan Tareran.
Kabid Jaminan Kesehatan Dinas Kesehatan Minsel, dr. Monita Nangoy, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan lokakarya tersebut.
“Lokakarya mini ini menjadi sarana evaluasi yang sangat penting untuk melihat capaian program kesehatan di lapangan. Kami berharap Puskesmas bersama pemerintah kecamatan dan desa dapat terus memperkuat koordinasi, sehingga pelayanan kesehatan semakin merata dan berkualitas bagi masyarakat,” ungkapnya.
Camat Hizkia Kondoj dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam menekan angka penyakit serta meningkatkan kualitas hidup warga. Ia berharap melalui lokakarya ini, berbagai program kesehatan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran di wilayah Tareran.
