Minahasa Selatan, 10 April 2026 — Kecelakaan maut mengguncang ruas Jalan Raya Pinamorongan – Wuwuk, Kecamatan Tareran, Jumat (10/4/2026) sekitar pukul 14.25 WITA. Sebuah mobil jenis Suzuki APV dilaporkan terjun bebas ke jurang sedalam kurang lebih 70 hingga 80 meter, menewaskan dua orang di dalamnya.
Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan, kendaraan berwarna coklat abu-abu tua dengan garis kuning di samping tersebut melaju dari arah Wuwuk menuju Tumpaan. Saat melintasi tikungan di dekat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Pinamorongan, mobil diduga kehilangan kendali, menghantam beton pembatas jalan, lalu terjun ke dasar jurang.
Sekretaris Kecamatan Tareran, Christian Daniel Karamoy, S.E., yang turun langsung ke lokasi, mengungkapkan bahwa pihak kecamatan segera merespons laporan warga.
“Kami menerima informasi dari masyarakat dan langsung menuju lokasi. Saya tiba sekitar pukul 14.50 WITA dan mendapati warga serta beberapa sopir yang melihat langsung kejadian sudah berada di lokasi (dasar jurang sungai Pinamorongan)” ujarnya.
Respons cepat dilakukan oleh personel Polsek Tareran, anggota TNI yang melintas, serta Pemerintah Desa Pinamorongan bersama masyarakat setempat. Dalam kondisi medan yang curam, terjal, dan licin, tim gabungan berinisiatif turun langsung ke dasar jurang di aliran Sungai Pinamorongan.
Sekitar pukul 15.00 WITA, tim berhasil mencapai titik jatuhnya kendaraan dan menemukan dua korban laki-laki. Salah satu korban sempat diketahui masih bernapas, namun keduanya akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Tim Damkar dan Basarnas tiba sekitar pukul 15.15 WITA dan langsung melakukan proses evakuasi. Sekitar 30 menit kemudian, identitas korban berhasil diketahui, yakni Johny Ulaan (57) dan Nover Solang (54), warga Tawaang Timur.
Proses evakuasi berlangsung dramatis selama kurang lebih tiga jam. Puluhan warga Desa Pinamorongan bersama Basarnas, Damkar Minahasa Selatan, dan Polsek Tareran harus berpindah titik hingga tiga kali dari pinggir sungai akibat kondisi medan yang ekstrem.
Keluarga korban telah berada di lokasi dari desa Tawaang Timur dan menyaksikan langsung proses evakuasi.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, Bupati Franky Donny Wongkar, S.H., bersama Wakil Bupati Theodorus Kawatu, S.I.P., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses evakuasi, khususnya masyarakat Desa Pinamorongan dan para sopir pelintas. Ujar Sekcam Karamoy yang sampai pukul 7 malam masih berada di lokasi untuk memastikan semuanya aman terkendali.
Pemerintah Desa Pinamorongan, Pemerintah Kecamatan Tareran, serta Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban atas peristiwa tragis tersebut.
