Tareran – Pemerintah Desa (Pemdes) Rumoong Atas Dua turut ambil bagian dalam kegiatan mitigasi bencana potensi pohon tumbang yang dilaksanakan di jalur Jalan Pinamorongan hingga Rumoong–Lansot, Kecamatan Tareran, Kabupaten Minahasa Selatan, Jumat (6/3/2026).
Kegiatan ini merupakan inisiatif bersama antara PLN Cabang Tareran–Kawangkoan, Pemerintah Kecamatan Tareran, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minahasa Selatan, sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana pohon tumbang yang dapat mengganggu jaringan listrik maupun membahayakan pengguna jalan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Minahasa Selatan, Brigjen TNI (Purn) Theodorus Kawatu, S.IP, yang secara langsung meninjau proses pemangkasan pohon di sepanjang jalur tersebut.
Hukum Tua Desa Rumoong Atas Dua, Frangky Rungkat, menyampaikan bahwa pihak pemerintah desa bersama masyarakat ikut terlibat aktif dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pencegahan bencana di wilayah Kecamatan Tareran.
“Kami dari Pemerintah Desa Rumoong Atas Dua bersama masyarakat turut ambil bagian dalam kegiatan mitigasi ini sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat serta menjaga infrastruktur kelistrikan di wilayah kami,” ujar Rungkat.
Sementara itu, Wakil Bupati Minahasa Selatan Brigjen TNI (Purn) Theodorus Kawatu, S.IP memberikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara pemerintah, PLN, dan masyarakat dalam upaya mitigasi bencana tersebut.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan para pengguna jalan atas aktivitas pemangkasan pohon yang sempat mengganggu kelancaran lalu lintas.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan mitigasi ini. Kami juga memohon maaf kepada masyarakat atas terganggunya aktivitas di jalan selama proses pekerjaan berlangsung, namun ini dilakukan demi keselamatan bersama,” ungkap Kawatu.
Melalui kegiatan ini, diharapkan potensi pohon tumbang yang dapat membahayakan masyarakat maupun jaringan listrik dapat diminimalisir, sekaligus meningkatkan kesadaran bersama dalam upaya mitigasi bencana di wilayah Minahasa Selatan.
