MINAHASA SELATAN – Di tengah kondisi efisiensi anggaran daerah, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Maesaan’Ta Desa Talaitad Utara terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan sekaligus membantu perekonomian masyarakat.
Melalui usaha peternakan babi yang dikelola secara mandiri, BUMDes Maesaan’Ta mampu menyediakan daging babi dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat. Harga yang ditawarkan bahkan lebih rendah dari harga pasar, dengan selisih sekitar Rp10.000 hingga Rp15.000 per kilogram. (14/3/26)
Ketua BUMDes Maesaan’Ta, Nixon Rorong, mengungkapkan bahwa program ini tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga terjangkau, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi desa.
“Pada tahun 2025, BUMDes Maesaan’Ta berhasil memberikan Pendapatan Asli Desa (PADes) hampir Rp12 juta bagi Desa Talaitad Utara,” ujar Rorong.
Keberadaan BUMDes ini juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Desa Talaitad Utara. Hukum Tua Talaitad Utara, Kelli Langi, menilai program yang dijalankan BUMDes Maesaan’Ta sangat bermanfaat bagi masyarakat, tidak hanya di desa tersebut tetapi juga bagi warga di wilayah sekitar.
“BUMDes ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa Talaitad Utara dan sekitarnya, serta membantu meningkatkan perekonomian warga,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Denmark Rompas, selaku Pendamping Desa dari Kementerian Desa. Ia menilai BUMDes Maesaan’Ta menjadi salah satu contoh pengelolaan BUMDes yang baik di Kabupaten Minahasa Selatan.
“BUMDes ini termasuk salah satu yang terbaik di Minahasa Selatan, baik dalam pelaksanaan program ketahanan pangan, pelayanan kepada masyarakat, maupun dalam pengelolaan keuangan,” jelas Rompas.
Menurutnya, upaya yang dilakukan BUMDes Maesaan’Ta layak mendapat apresiasi dan perlu terus dilanjutkan oleh Pemerintah Desa melalui penguatan program BUMDes ke depan.
Masyarakat pun berharap keberadaan BUMDes Maesaan’Ta dapat terus berkembang dan semakin membantu kebutuhan warga, khususnya dalam penyediaan pangan dengan harga terjangkau serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat desa.
