{"data":{"source_platform":"mobile_2","pictureId":"80823144e03c4650a2c0d0f24adcc0a3","appversion":"9.7.0","stickerId":"","filterId":"","infoStickerId":"","imageEffectId":"","playId":"","activityName":"","os":"android","product":"retouch","originAppId":"7356","exportType":"","editType":"","alias":"","enterFrom":"enter_launch","capability_key":[],"effect_type":"tool","effect_id":"tool"},"source_type":"hypic","tiktok_developers_3p_anchor_params":"{"client_key":"awgvo7gzpeas2ho6","template_id":"","filter_id":[],"capability_key":[]}"}
Wabup Theo Kawatu Buka Festival Tunas Bahasa Ibu 2026 Kabupaten Minahasa Selatan
AMURANG – Wakil Bupati Minahasa Selatan, Brigjen TNI (Purn.) Theodorus Kawatu, S.IP., menghadiri sekaligus membuka secara resmi kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tahun 2026 Kabupaten Minahasa Selatan, Rabu (28/10/2026), bertempat di Ballroom Alar Villa Sutan Raja Amurang.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan ini merupakan bentuk komitmen dalam melestarikan, mengembangkan, dan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa daerah, khususnya Bahasa Minahasa dialek Tontemboan.
Festival Tunas Bahasa Ibu menjadi salah satu wadah edukatif untuk mendorong generasi muda agar terus mengenal, menggunakan, serta mewariskan bahasa daerah sebagai bagian penting dari identitas dan kekayaan budaya masyarakat Minahasa.
Dalam kegiatan tersebut, para pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) berpartisipasi dalam berbagai perlombaan yang mengedepankan kreativitas, kemampuan berbahasa, serta kecintaan terhadap budaya lokal.
Adapun kategori perlombaan yang dilaksanakan meliputi menulis cerita pendek (cerpen), tembang, pidato, mendongeng, baca puisi, dan komedi tunggal.
Wakil Bupati Theo Kawatu berharap, festival ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi untuk mengembangkan bakat dan kreativitas para pelajar, tetapi juga menjadi sarana menumbuhkan kebanggaan terhadap bahasa ibu.
Menurutnya, bahasa daerah bukan hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, melainkan juga merupakan warisan budaya yang menyimpan nilai-nilai luhur, sejarah, kearifan lokal, serta jati diri masyarakat Minahasa yang perlu dijaga dan dilestarikan bersama.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap keberlangsungan bahasa daerah, sehingga Bahasa Minahasa dialek Tontemboan tetap hidup dan tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
“Mari bersama-sama menjaga dan melestarikan bahasa daerah, agar Bahasa Minahasa dialek Tontemboan tetap lestari, dikenal, dan dicintai oleh generasi sekarang maupun generasi yang akan datang,” demikian pesan yang disampaikan dalam momentum Festival Tunas Bahasa Ibu Tahun 2026 tersebut.
Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Utara, Januar Pribadi, S.IP., MMM., bersama jajaran; Plt. Asisten Administrasi Umum yang juga menjabat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Minahasa Selatan, Arthur Tumipa, M.Ed., bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan.
Hadir pula para juri dan tim penilai, kepala sekolah, pengawas, guru, tenaga kependidikan, serta Hetty Mintje Pangkey, M.Pd., yang memimpin doa dalam kegiatan tersebut.
Penyelenggaraan Festival Tunas Bahasa Ibu Tahun 2026 diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam memperkuat pelestarian bahasa daerah melalui dunia pendidikan, sekaligus menanamkan kesadaran kepada generasi muda bahwa bahasa ibu merupakan warisan budaya yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Bahasa Daerah, Identitas Budaya, dan Kebanggaan Generasi Penerus.
