Amurang – Wakil Bupati Minahasa Selatan, Brigjen TNI (Purn.) Theodorus Kawatu, S.IP, secara resmi membuka kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Kegiatan berlangsung di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Minahasa Selatan, Selasa (23/6/2026).
Pembukaan didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Inge Tengor, SH, serta dihadiri unsur Forkopimda dan pemangku kepentingan, antara lain Danramil Amurang Kapten Inf. Jantje Wulur, Kepala Logistik Polres Minsel AKP Rommy Ginoga, perwakilan Kejaksaan Negeri Minsel Gabriella Tigrisani, Kepala BPS Minsel Irena Listianawati, SST, SE, M.Si, Camat Amurang Petrus Ulaan, ST, Lurah Buyungon Danny Ulaan, S.Sos, dan Lurah Ranoiapo Ferdis Mononimbar, S.Pd.
Acara dimulai dengan doa yang dipimpin oleh Osin Lengkong, dilanjutkan dengan sambutan resmi dan peninjauan langsung ke lokasi penjualan bahan pangan oleh Wakil Bupati beserta rombongan. Dalam program ini, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan memberikan subsidi sebesar 20 persen untuk setiap jenis bahan pokok yang dijual. Langkah ini mendapat sambutan antusias dari warga yang berdatangan untuk memperoleh kebutuhan sehari-hari dengan harga lebih terjangkau.
Wakil Bupati Theodorus Kawatu menegaskan bahwa GPM adalah wujud komitmen pemerintah daerah menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan laju inflasi.“Pemkab terus berusaha hadir melalui program yang langsung menyentuh kebutuhan warga. Gerakan ini adalah langkah nyata menjaga ketersediaan pangan, menstabilkan harga, dan meringankan beban pengeluaran masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Inge Tengor menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian strategi pengendalian harga pangan di tingkat daerah.“Dengan subsidi 20 persen ini, kami harap manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Program ini juga berperan menahan lonjakan harga dan menjaga ketahanan pangan daerah secara keseluruhan,” tambahnya.
Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu program unggulan Pemkab Minahasa Selatan untuk melindungi masyarakat dari gejolak harga di pasaran serta memastikan akses pangan yang terjangkau dan berkualitas.
