Tareran, Minahasa Selatan – Semangat olahraga dan kebersamaan mewarnai laga persahabatan yang digelar di GOR Porwilab Tareran, saat tim sepak bola Desa Pulutan bertandang ke Kecamatan Tareran untuk menghadapi tiga tim kuat alumni YOEL Cup II Minahasa Selatan.
Kegiatan yang diprakarsai oleh Meyta Pingkan Rawung (MPR), Calon Hukum Tua Desa Pulutan, Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa, menjadi ajang mempererat persaudaraan sekaligus membangun semangat sportivitas di kalangan generasi muda.
Dalam pertandingan persahabatan tersebut, tim Pulutan berhadapan dengan Tim Sepak bola dari Desa Wiau Lapi, Lansot Raya, dan Wiau Lapi Barat, yang dikenal sebagai tim-tim tangguh serta peserta berprestasi dalam ajang YOEL Cup II.
Meyta Pingkan Rawung mengatakan bahwa olahraga merupakan sarana penting dalam membentuk karakter generasi muda yang sehat, disiplin, dan memiliki jiwa sportivitas yang tinggi.
“Melalui sepak bola, kita tidak hanya mencari kemenangan, tetapi juga membangun persahabatan, kedisiplinan, kerja sama, dan karakter anak muda yang positif. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk terus mendukung pengembangan olahraga di masyarakat,” ujar MPR.
Menurutnya, kepedulian terhadap dunia olahraga harus menjadi bagian dari upaya pembangunan desa, karena olahraga mampu menjadi wadah pembinaan generasi muda agar terhindar dari berbagai pengaruh negatif.
Sementara itu, Hukum Tua Desa Wiau Lapi, Ferry Kumendong, menyambut baik kehadiran tim Pulutan dan pelaksanaan pertandingan persahabatan tersebut.
Ia menilai kegiatan olahraga lintas wilayah seperti ini menjadi sarana memperkuat tali persaudaraan sekaligus mendorong kemajuan sepak bola di tingkat desa.
Desa Wiau Lapi sendiri dikenal sebagai desa yang meraih berbagai prestasi dan penghargaan, antara lain sebagai desa wisata, desa anti korupsi, desa keluarga berencana (KB), serta desa agrowisata yang terus berkembang.
Pertandingan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan sportivitas itu mendapat apresiasi dari masyarakat serta pecinta sepak bola yang hadir di GOR Porwilab. Selain menjadi hiburan bagi warga, kegiatan tersebut juga menjadi bukti bahwa olahraga mampu menjadi jembatan persatuan dan kolaborasi antar desa.
Dengan semangat kebersamaan yang ditunjukkan dalam laga persahabatan ini, diharapkan lahir semakin banyak kegiatan positif yang dapat membangun karakter generasi muda sekaligus memperkuat hubungan antarwilayah di Kabupaten Minahasa dan Minahasa Selatan.
*** Nathan W. Minsel
