Tumpaan, ManadoAktual.Online – Selasa, 20 Januari 2026 – Dugaan praktik jual beli lahan publik mencuat di Pasar Berdikari Tumpaan, di mana sejumlah lapak di area depan pasar diduga diperjualbelikan oleh oknum Kepala Pasar. Padahal, lahan tersebut seharusnya tidak diperuntukkan untuk aktivitas jual beli semacam itu.
Harga lapak yang ditawarkan bervariasi, mulai dari jutaan hingga puluhan juta rupiah per unit. Seiring dengan dugaan tersebut, kondisi pasar saat ini dinilai sangat memprihatinkan, lapak pedagang terlihat tidak tertata, semrawut, dan menempati area yang bukan merupakan kawasan yang ditetapkan. Hal ini tidak hanya mengganggu kenyamanan pengunjung, tetapi juga berdampak pada kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi pasar.

Seorang warga yang enggan menyebutkan namanya mengungkapkan bahwa Pasar Berdikari Tumpaan sejatinya telah memiliki bangunan permanen yang disiapkan khusus untuk para pedagang. Namun, hingga kini masih ditemukan beberapa lapak tambahan yang berdiri di lahan strategis, tepat di depan jalan utama pasar.
Lahan-lahan tersebut diduga diperjualbelikan kepada pedagang, mengingat lokasinya yang sangat strategis dan mudah diakses oleh pembeli. Selain masalah penataan, kebersihan pasar juga menjadi sorotan. Sampah tampak berserakan di sejumlah titik, menimbulkan kesan kumuh dan tidak terawat.
Bahkan jalan masuk pasar tergenang air yang berbau busuk hingga mencapai separuh lebar jalan, membuat akses menjadi sulit. Kondisi ini banyak dikeluhkan oleh masyarakat dan pedagang yang mengharapkan pengelolaan pasar yang lebih profesional dan tertib. Berbagai pihak telah mendesak pemerintah daerah serta instansi terkait untuk segera melakukan penertiban dan menyelidiki dugaan jual beli lahan pasar tersebut.
Langkah tegas diperlukan agar aset publik tidak disalahgunakan dan Pasar Berdikari Tumpaan dapat kembali berfungsi dengan baik, bersih, dan nyaman bagi seluruh masyarakat. (***)
