Desa Talaitad terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat program ketahanan pangan melalui pengembangan usaha peternakan ayam petelur yang dikelola oleh BUMDes “Maju Bersama”. Tahun 2025 ini, BUMDes kembali menambah sebanyak 150 ekor ayam petelur sehingga total keseluruhan kini mencapai 435 ekor ayam petelur aktif.
Program tersebut menjadi salah satu langkah strategis pemerintah desa dalam mendorong kemandirian pangan masyarakat sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi lokal di tingkat desa.
Hukum Tua Desa Talaitad, Dauhanbeny J. Momongan menjelaskan bahwa pengembangan peternakan ayam petelur tersebut didukung melalui Dana Desa Tahun Anggaran 2025 dengan total anggaran sebesar Rp136.930.000.
Menurutnya, program ketahanan pangan yang dijalankan melalui BUMDes tidak hanya berorientasi pada keuntungan usaha, tetapi juga menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah desa dalam menjawab kebutuhan masyarakat terhadap ketersediaan pangan yang stabil dan terjangkau.
“Program ini merupakan bagian dari upaya desa dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Penambahan 150 ekor ayam petelur diharapkan mampu meningkatkan produksi telur serta menopang kebutuhan pangan warga Desa Talaitad,” ujar Momongan.
Saat ini, peternakan ayam petelur milik BUMDes “Maju Bersama” sudah mampu memproduksi sekitar 200-an butir telur setiap harinya. Hasil produksi tersebut kemudian didistribusikan melalui warung-warung yang ada di desa sehingga masyarakat lebih mudah memperoleh telur dengan harga yang relatif terjangkau. Selain melalui warung desa, sebagian masyarakat juga datang langsung ke lokasi pengelolaan untuk membeli telur segar.
Ketua BUMDes “Maju Bersama”, Royke Pomantow menjelaskan bahwa usaha peternakan ayam petelur ini mulai memberikan dampak positif bagi masyarakat desa, terutama dalam memenuhi kebutuhan bahan pangan sehari-hari.
“Produksi telur ini sangat membantu masyarakat. Selain memudahkan warga mendapatkan telur segar, usaha ini juga mulai memberikan manfaat ekonomi bagi desa dan pengelola,” ungkap Pomantow.
Ia menambahkan, keberadaan usaha peternakan tersebut diharapkan dapat terus berkembang sehingga ke depan mampu meningkatkan kapasitas produksi, membuka peluang kerja bagi masyarakat desa, serta menjadi salah satu sumber pendapatan asli desa melalui pengelolaan BUMDes yang berkelanjutan.
Program ketahanan pangan melalui peternakan ayam petelur ini juga menjadi bentuk implementasi pemanfaatan Dana Desa yang produktif dan berorientasi jangka panjang. Pemerintah Desa Talaitad berharap pengembangan sektor peternakan dan pangan lokal dapat menjadi contoh pengelolaan BUMDes yang mampu mendorong kemandirian ekonomi desa sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat.
