Tareran, 4 Juni 2026 — Kegiatan rapat Kepala Sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) se-Kecamatan Tareran dilaksanakan di TK 185 Koreng pada Kamis (4/6/2026). Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan tersebut menjadi wadah koordinasi sekaligus evaluasi program pendidikan anak usia dini di wilayah Kecamatan Tareran.
Rapat yang diselenggarakan dalam lingkup Pusat Kegiatan Gugus/Kelompok Kerja Guru (PKG/KKG) TK Kecamatan Tareran ini membahas sejumlah agenda penting, salah satunya adalah pergantian Koordinator Guru TK Kecamatan Tareran melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW).
Jabatan koordinator sebelumnya diemban oleh Astin Timban, S.Pd, yang saat ini bertugas sebagai Kepala Sekolah TK Dorkas GMIM Lapi. Dalam kesempatan tersebut, para kepala sekolah yang hadir mengikuti proses pemilihan secara musyawarah dan demokratis.
Dari hasil pemilihan, Masrie Kondoj, S.Pd memperoleh kepercayaan dari para peserta rapat untuk melanjutkan tugas dan tanggung jawab sebagai Koordinator PKG/KKG TK Kecamatan Tareran.
Dalam sambutannya, Astin Timban menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh rekan kepala sekolah dan guru TK atas dukungan serta kerja sama yang telah terjalin selama masa kepemimpinannya.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kebersamaan, dukungan, dan kerja sama yang baik selama saya menjalankan tugas sebagai koordinator. Semoga sinergi yang telah terbangun dapat terus dilanjutkan demi kemajuan pendidikan anak usia dini di Kecamatan Tareran,” ujar Timban.
Sementara itu, Emaa Lengkong, S.Pd selaku tuan rumah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah hadir dan berpartisipasi aktif dalam rapat tersebut.
“Terima kasih kepada seluruh rekan kepala sekolah yang telah hadir. Semoga pertemuan ini semakin mempererat kebersamaan dan memperkuat koordinasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan TK di Kecamatan Tareran,” katanya.
Dengan terpilihnya Masrie Kondoj sebagai koordinator yang baru, diharapkan program-program PKG/KKG TK Kecamatan Tareran dapat terus berjalan dengan baik serta semakin meningkatkan profesionalisme guru dan mutu pendidikan anak usia dini di wilayah tersebut.
