Minahasa Selatan — Tahapan penilaian Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan (EPDESKEL) tahun 2026 di Kabupaten Minahasa Selatan saat ini tengah berlangsung. Desa Wiau Lapi, yang mewakili Kecamatan Tareran, kembali menjadi salah satu kandidat unggulan dalam ajang bergengsi tersebut yang akan dilaksanakan 28 April 2026 mendatang.
Mantan Hukum Tua Wiau Lapi, Christian Danny Karamoy, SE, menilai secara objektif bahwa desa tersebut masih memiliki peluang besar untuk meraih predikat juara. Ia menyoroti sejumlah keunggulan yang terus dipertahankan, mulai dari administrasi desa yang rutin diperbarui setiap tahun, hingga partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung program pemerintah desa.
“PKK di Wiau Lapi tetap terjaga dan aktif, begitu juga dengan pengembangan seni dan budaya berbasis kearifan lokal. Selain itu, nilai dari sektor desa wisata juga masih mampu dipertahankan,” ungkap Karamoy, yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Kecamatan Tareran.
Meski demikian, ia juga mengingatkan bahwa desa-desa lain tetap memiliki peluang untuk melampaui capaian Wiau Lapi dalam proses penilaian tahun ini.
Sementara itu, Hukum Tua Wiau Lapi, Ferry Kumendong, menyatakan kesiapan penuh pemerintah desa bersama masyarakat dalam menghadapi tahapan penilaian. Ia menegaskan komitmen untuk memberikan yang terbaik demi mengharumkan nama desa.
“Kami siap dan akan memberikan yang terbaik. Ini adalah kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.
Pernyataan optimistis dari Karamoy turut menjadi motivasi bagi masyarakat dan seluruh perangkat desa untuk kembali merebut penghargaan yang pernah diraih pada masa kepemimpinannya.
Dengan berbagai potensi dan kesiapan yang dimiliki, Desa Wiau Lapi diharapkan mampu mempertahankan reputasinya sebagai salah satu desa terbaik di Kabupaten Minahasa Selatan dalam ajang EPDESKEL 2026.
