RUMOONG ATAS 2, MINAHASA SELATAN — Puji Tuhan! Pemilihan Penatua dan Diaken di Kolom 16 Jemaat GMIM Imanuel Rumoong Atas 2 telah terlaksana dengan baik. Dalam pemilihan tersebut, Budi Eka Saputra terpilih sebagai Penatua bersama Kandi Turangan yang terpilih sebagai Diaken untuk melayani jemaat.
Terpilihnya Budi Eka Saputra menjadi Penatua bukan sekadar sebuah kepercayaan, melainkan juga bagian dari perjalanan iman yang panjang dan penuh pergumulan. Kisah hidupnya menjadi kesaksian tentang bagaimana seseorang menemukan keyakinan, bertumbuh dalam iman, dan akhirnya terpanggil untuk mengambil bagian dalam pelayanan gereja.
Budi Eka Saputra lahir dari keluarga Muslim dan kemudian menikah dengan seorang perempuan Kristen yang dikenal tabah dan tekun. Perjalanan hidup membawanya berhijrah dari Pulau Sumatera ke tanah Minahasa, tempat ia mulai mengenal lebih dekat kehidupan iman Kristen.
Dalam perjalanan tersebut, ia berkesempatan bertemu dan berdiskusi dengan almarhum Pendeta Regah, seorang pendeta senior Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM). Melalui percakapan mengenai iman, kepercayaan, Injil, dan Kekristenan, Budi semakin mendalami keyakinannya hingga akhirnya memutuskan untuk menerima baptisan Kristen.
Perjalanan hidupnya tidak selalu mudah. Ia pernah tinggal di tanah milik gereja dan secara perlahan berusaha membangun kehidupan melalui kerja keras serta keteguhan iman. Dalam berbagai keadaan, keyakinannya kepada Yesus Kristus menjadi bagian penting yang menguatkannya untuk terus melangkah.
Kini, kepercayaan untuk menjadi Penatua Kolom 16 Jemaat GMIM Imanuel Rumoong Atas 2 menjadi babak baru dalam perjalanan imannya. Baginya, jabatan pelayanan bukanlah sekadar kedudukan, melainkan panggilan untuk mengabdikan diri kepada Tuhan dan melayani sesama.
“Semua adalah rencana Tuhan. Terpilihnya saya menjadi Penatua bersama Ibu Kandi Turangan sebagai Diaken adalah kehendak dan rencana-Nya. Kami akan melayani jemaat dan terutama melayani Tuhan,” ungkap Budi Eka Saputra.
Terpilihnya Budi Eka Saputra dan Kandi Turangan diharapkan menjadi awal pelayanan yang membawa berkat, mempererat persekutuan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah jemaat.
Banyak selamat kepada Penatua Budi Eka Saputra dan Diaken Kandi Turangan. Kiranya Tuhan Yesus Kristus senantiasa memberikan hikmat, kekuatan, ketulusan hati, dan kesetiaan dalam menjalankan tugas pelayanan di Kolom 16 Jemaat GMIM Imanuel Rumoong Atas 2.
Sebab pada akhirnya, pelayanan bukan tentang siapa yang dipilih untuk berdiri di depan, melainkan tentang kesediaan hati untuk menjadi alat Tuhan dan menghadirkan kasih-Nya bagi sesama.
Soli Deo Gloria — Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan.
