MOTOLING – Wakil Bupati Minahasa Selatan, Theodorus Kawatu, melayat ke rumah duka di Desa Motoling, atas meninggalnya almarhumah Ibu Sanly Umboh, istri tercinta dari tokoh masyarakat Motoling, Bapak Nikky Paat.
Kegiatan diawali dengan ibadah penghiburan yang dipimpin oleh Johanis Lintong, M.Th., yang membawakan firman Tuhan serta doa penguatan bagi keluarga yang berduka. Suasana ibadah berlangsung khidmat dan penuh pengharapan, menguatkan keluarga untuk tetap bersandar kepada Tuhan di tengah duka.
Kehadiran Wakil Bupati yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kabupaten Minahasa Selatan tersebut menjadi bentuk empati dan dukungan moril kepada keluarga yang berduka.
Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati didampingi Sekretaris DPC PDI Perjuangan Minahasa Selatan, Rommy Pondaag, bersama sejumlah anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Minahasa Selatan, serta para pengurus DPC dan PAC se-Minahasa Selatan yang turut hadir memberikan penghormatan terakhir.
Diketahui, Bung Nikky Paat merupakan Ketua PAC Motoling dan dikenal sebagai sosok yang aktif dalam kegiatan kemasyarakatan maupun kepartaian di wilayah tersebut.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Theo Kawatu menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kepergian almarhumah.
“Atas nama pribadi, keluarga, Pemerintah Minahasa Selatan dan Partai, saya menyampaikan turut berdukacita yang sedalam-dalamnya. Kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan penghiburan, kekuatan, serta ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan,” ujar Kawatu.
Ia juga mengajak seluruh keluarga besar PDI Perjuangan serta masyarakat untuk tetap saling menguatkan, terlebih dalam situasi duka seperti ini.
Sementara itu, Rommy Pondaag menyampaikan bahwa kehadiran jajaran pengurus dan kader PDI Perjuangan merupakan wujud kebersamaan dan solidaritas partai.
“Kami hadir sebagai satu keluarga besar. Bung Nikky Paat adalah bagian penting dari perjuangan partai di Motoling. Dalam suasana duka ini, kami ingin memastikan bahwa beliau dan keluarga tidak sendiri,” ungkap Pondaag.
Suasana rumah duka berlangsung penuh haru, dengan kehadiran masyarakat setempat yang turut memberikan doa dan dukungan kepada keluarga besar Paat-Umboh.
