{"data":{"pictureId":"c6e4a9e87f184553b6a336bad8a34d0c","appversion":"7.7.0","stickerId":"","filterId":"","infoStickerId":"","imageEffectId":"","playId":"","activityName":"","os":"android","product":"retouch","originAppId":"7356","exportType":"","editType":"","alias":"","enterFrom":"enter_launch","capability_key":[],"effect_type":"tool","effect_id":"tool"},"source_type":"hypic","tiktok_developers_3p_anchor_params":"{"client_key":"awgvo7gzpeas2ho6","template_id":"","filter_id":[],"capability_key":[]}"}
ManadoAktual, Minahasa Selatan – Pemerintah Desa Talaitad Utara melaksanakan Pelatihan Teknologi Tepat Guna (TTG) bagi para petani, bertempat di Kantor Desa Talaitad Utara, Selasa (23/12/2025). Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah desa dalam meningkatkan kapasitas dan produktivitas petani melalui pemanfaatan teknologi yang sederhana, efisien, dan ramah lingkungan.
Kegiatan pelatihan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Desa Talaitad Utara, Merry Sagrang dan dihadiri oleh Hukum Tua Talaitad Utara Kelly Fadly Langi , perangkat desa, serta para petani setempat. Pelatihan ini terlaksana atas kerja sama Pemerintah Desa Talaitad Utara dengan Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa Selatan.
Dalam sambutannya, Hukum Tua Kelly Fadly Langi menegaskan bahwa pelatihan Teknologi Tepat Guna merupakan langkah strategis untuk mendorong kemandirian petani dan meningkatkan nilai tambah hasil pertanian desa. Ia menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi tidak harus mahal, namun harus tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi masyarakat desa.
“Di Talaitad Utara sendiri sudah mulai diterapkan teknologi pembuatan gula aren berbasis tenaga surya. Ini adalah contoh nyata bahwa teknologi tepat guna dapat membantu petani menekan biaya produksi, meningkatkan efisiensi, dan tetap ramah lingkungan,” ujar Hukum Tua.
Sementara itu, narasumber dari Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa Selatan, memaparkan materi terkait manfaat Teknologi Tepat Guna dalam sektor pertanian. Dijelaskan bahwa TTG berperan penting dalam meningkatkan produktivitas, mempercepat proses produksi, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, serta mendukung pertanian berkelanjutan.
Dinas Pertanian juga mendorong para petani untuk terbuka terhadap inovasi teknologi, khususnya yang berbasis energi terbarukan dan memanfaatkan potensi lokal desa. Selain itu, peserta pelatihan diberikan pemahaman tentang penerapan TTG yang mudah dioperasikan, hemat biaya, dan dapat dikembangkan secara mandiri oleh kelompok tani.
